Skip to content

Menelesuri Hutan Pamongan, Menaklukkan Air Terjun Parijotho

air terjun parijothoGara-gara lihat plang air terjun baru di Besuki, kami jadi beranggapan kalau petualangan meyusuri air terjun di Besuki belum tuntas. Sehingga, di tahun 2012 lalu kami sempat memposting artikel berjudul “Besuki Tetap Saja Belum Tertuntaskan.” Air Terjun yang kami maksud adalah Air Terjun Parijotho. Pada tahun 2014 kami sempat mencoba ngertip ke Parijotho lewat Besuki, namun gagal. Ya iya lah 😛 Lha wong ternyata air terjunnya ada di Desa Pamongan. Hihihihi.. 😀 Setelah memperoleh info yang pasti mengenai Air terjun Parijotho, langsung deh kami cuss ke TKP.

Air Terjun Parijotho secara administratif terletak di Desa Pamongan, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri. Dari Blitar kami memilih rute melewati Ngantru – Ngujang – Karangrejo – Mojo. Memasuki Kecamatan Mojo kami mulai mencari keberadaan Pon Pes Al-Falah. Dari Pon Pes kami belok ke barat, menyusuri jalanan beraspal hotmix sejauh 12an km hingga sampai di Dusun Tumpak Doro, Desa Pamongan. Awalnya kami mencoba terus mengendarai motor untuk menuju tkp, tapi ternyata jalannya longsor, jadi mau tidak mau kami harus berjalan kaki. Kami berputar arah untuk menitipkan sepeda motor, kemudian melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.

perjalanan menuju parijothoPerjalanan awal terasa mudah, karena jalur yang kami lalui adalah jalur wong ngarit. Kami masih sering menjumpai penduduk yang berlalu lalang, sehingga kami bisa bertanya-tanya. Nah, setelah mulai masuk hutan, kebingungan pun baru dimulai. Alhamdulillahnya, meski membingungkan tapi kami tetap sampai di lokasi air terjun nantinya. Inti dari perjalanan menuju Parijotho adalah kejelian kita untuk mengikuti jalan setapak yang paling meyakinkan. Di dalam hutan ada banyak percabangan jalan, tapi yang meyakinkan hanya satu, yakni jalan setapak yang sedikit lebar. Memang jauh dan berputar-putar melewati tepian bukit, tapi dengan kesabaran dan keyakinan akhirnya pasti akan berujung pada keberhasilan.

jalan curam parijothoTrek hutan yang kami susuri berujung pada trunan yang sangat terjal. Turunan tersebut berkelok-kelok zig-zag sehingga cukup menguras tenaga. Sebagian permukaan treknya tergerus aliran air hujan, dengan hati hati kami pun terus melanjutkan perjalanan. Semakin menurun ke bawah, suara gemuruh air terjun semakin terdengan jelas. Ujung-ujungnya kami sampai di sebuah sungai. Eh setelah dicari-cari ternyata air terjunnya ada di seberang sungai. Nah ini.. Untuk turun ke sungai treknya agak berbahaya. Tidak ada jalan lempeng, yang ada adalah tebing batu yang hampir vertikal ± 3 m, bawahnya udah sungai. Kondisi tebingnya basah karena dilewati air, sehingga cukup licin untuk dituruni. Untung di tebing tesebut ada talinya. Meski hanya terbuat dari semacam akar, tapi keberadaanya cukup membantu. Setelah berhasil menuruninya dengan hati-hati, akhirnya kami sampai di tujuan perjalanan ini. Air Terjun Parijotho.

air terjun parijotho kediriAir terjun Parijotho memiliki ketinggian sekitar 40 m. Kalau musim hujan debitnya cukup besar sehingga menciptakan hembusan angin dan air yang kuat. Perlu di ketahui bahwa air terjunnya tidak berasal dari sungai utama, melainkan berada di pinggir sungai. Sungainya melintang dari barat ke timur, air terjunnya berada di utara sungai.

sungaiSungai

sholat di parijothoKarena sampai di lokasi air terjun sudah siang, maka kami sempatkan sekalian untuk Sholat Dzuhur.

wong gendengAda yang mulai menggila, avatar pengendali air 😛

travellers in parijothoCapeknya terbayar tuntas oleh keindahan dari Air Terjun Parijotho.

Setelah puas bisa menginjakkan kaki di Parijotho, kami pun pulang dengan riang gembira. Perjalan berangkat yang terasa berat, menjadi sangat ringan saat pulang. Keteguhan hati telah teruji. Jangan berhenti sebelum mencapai tujuan.

Bonus Perjalanan

Pulangnya coba-coba cari jalan pintas, eh malah nyasar di jalan buntu. Tapi, nyasarnya ternyata berhadiah. Tanpa sengaja saat putar balik kami menjumpai sebuah yoni di pinggir jalan. Yoni yang cukup menarik, meski ceratnya putus tapi memiliki ragam ornamen yang unik. Benda bersejarah bercorak Hindu ini terletak di Dusun Jatimalang, Desa Kedawung, Mojo Kediri. Sebut saja Situs Kedawung. 😀

yoni kedawung


Writer : Galy Hardyta

Photographer : Adon

Participant: Adon, Galy, Tiko

2 Comments

  1. di atas air terjun parijoto masih ada 2 air terjun lagi mas…

  2. Makasih infonya. Apa yang kelihatan selama perjalanan ke parijotho?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *