Skip to content

Makam Bung Karno, Kota Blitar

Makam Bung Karno terletak di Jl. Ir. Soekarno, Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sanan Wetan, Kota Blitar. Pada komplek makam yang menempati lahan seluas 4852 meter persegi ini lah disemayamkan jasad Ir. Soekarno, proklamator kemerdekaan Republik Indonesia. Keberadaan Makam Sang Proklamator ini memiliki arti penting bagi Kota Blitar, tak hanya sebagai icon wisata, namun juga telah meresapkan nilai-nilai nasionalisme dan patriotisme bagi warga Blitar.

Komplek Makam Bung Karno terdiri dari bangunan utama (Cungkup), bangunan pendukung, dan bangunan pelangkap. Pada bangunan cungkup itulah jasad Bung Karno disemayamkan bersama kedua orang tuanya, R. Soekeni Sosrodiharjo dan Ida Aju Njoman Rai.

Tata ruang Makam Bung Karno syarat akan falsafah-falsafah Jawa. Jika travelers sekalian amati, dari Gapura ke arah makam akan tampak tiga tingkatan lantai. Tingkat lantai pertama, merupakan pelataran atau plaza. Tingkat lantai kedua adalah teras yang mengelilingi Cungkup. Tingkat lantai ketiga adalah lantai Cungkup itu sendiri. Tiga tingkatan ini melambangkan dari kehidupan manusia yang bermula dari Alam Purwo ialah sewaktu manusia masih dalam kandungan, kemudian memasuki Alam Madyo tatkala manusia lahir dan mengalami hidup di dunia dan berakhir dengan Alam Wasono sewaktu manusia sudah meninggalkan dunia yang fana.

Pada tahun 2004 dengan mempertimbangkan aspek historis, ideology, dan empiris, diresmikanlah Perpustakaan Bung Karno. Perpustakaan Bung Karno merupakan UPT Perpustakaan Nasional yang berkedudukan di Kota Blitar. Keberadaan perpustakaan ini semakin melengkapi Kawasan Wisata Makam Bung Karno. Sehingga kawasan ini tidak hanya terkesan sebagai obyek wisata ziarah saja, namun dengan adanya perpustakaan, pengunjung bisa lebih mengenali sejarah Bung Karno, ideologi-ideoliginya, serta gagasan-gagasan beliau.

Dahulu lahan yang saat ini menjadi Makam Bung Karno adalah Taman Makam Pahlawan Karang Mulyo. Namun pada kurun waktu selanjutnya Taman Makam Pahlawan Karang Mulyo dipindahkan ke Taman Makam Pahlawan Raden Wijaya, sehingga Taman Makam Pahlawan  Karang Mulyo menjadi Makam Bung Karno. Peletakan batu pertama pembangunan Makam Bung Karno dilakukan pada tanggal 21 Juni 1978, bertepatan dengan sewindu wafatnya Bung Karno, sedangkan peresmiannya dilaksanakan oleh  Presiden Soeharto pada tanggal 21 Juni 1979.

Kawasan wisata Makam Bung Karno berjarak sekitar 3 km dari Stasiun Blitar. Bagi para travelers yang ingin berziarah namun membawa kendraan roda dua bisa menitipkan kendaraanya di area Perpustakaan Bung Karno atau pada tempat penitipan yang ada di sekitarnya. Bagi rombongan ziarah yang mengendarai Bus bisa menitipkan kendaraan di Pelataran Parkir Makam Bung Karno yang berjarak sekitar 900 meter di selatan Makam.

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *