Skip to content

Larung Sesaji Pantai Serang Blitar

larung sesaji blitarSebagaimana lazimnya masyarakat di pesisir selatan Jawa, masyarakat Blitar juga mengenal ritual larung sesaji. Larung sesaji merupakan wujud rasa syukur masyarakat kepada alam (khususnya laut), karena telah memberikan banyak kemanfaatan selama setahun. Prosesi ini diselenggarakan pada setiap pergantian tahun, dengan harapan hasil laut pada tahun berikutnya bisa lebih meningkat.

Di Blitar ada tiga pantai utama yang menyelenggarakan prosesi larung sesaji, yakni Pantai Tambakrejo, Pantai Serang, dan Pantai Jolosutro. Waktu penyelenggaraannya biasanya sekitar tanggal 1 Suro (kalender Jawa) / 1 Muharam (kalender Islam). Prosesi larung sesaji di masing-masing pantai tersebut kurang lebih sama.

Prosesi larung sesaji Pantai Serang di awali dari Petilasan Soedanco Supriyadi. Di depan petilasan tersebut, tumpeng larung sesaji dipersiapkan dan didoakan. Selanjutnya tumpeng diarak oleh tokoh dan masyarakat setempat yang mengenakan busana tradisional Jawa. Tumpeng diarak menuju pantai dan nantinya di letakkan di atas perahu pelarung.

prosesi larung sesajiSebelum perahu berangkat untuk melarung tumpeng, terlebih dahulu para sesepuh desa melakukan ritual di bibir pantai. Ritual ini bertujuan agar tumpeng dapat dilarung tanpa ada aral yang menghadang. Setelah semua ritual selesai, tumpeng di berangkatkan ke tengah lautan untuk dilarung.

ritual larung sesaji

larung sesaji pantai serang

larung sesaji teluk serangKini prosesi larung sesaji Pantai Serang juga menjadi daya tarik wisata yang khas. Di sini wisatawan yang mungkin masih asing dengan larung sesaji dapat mempelajari kearifan lokal yang adi luhung tersebut.

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *