Skip to content

Kekunaan Jimbe Blitar, Kumpulan Cagar Budaya dan Kekuatan Legenda

Kekunaan Jimbe secara administratif terletak di Desa Jimbe, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar. Secara garis besar kekunaan ini merupakan kumpulan benda – benda cagar budaya berupa arca-arca, batu-batu candi, inskripsi, lesung, nandi, dan pecahan yoni. Benda – benda cagar budaya ini disimpan dalam bangunan cungkup kecil bercat kuning. Di luar cungkup dijumpai pula sejumlah batu bata kuno berukuran besar yang diduga berkaitan dengan kekunaan ini.

Berdasarkan adanya pecahan yoni dan arca nandi, besar kemungkinan latar belakang keagamaan Kekunaan Jimbe adalah agama Hindu Siwaistis. Sebab, Nandi adalah kendaraan Dewa Siwa yang berupa lembu jantan, sedangkan Yoni adalah simbol wanita yang juga merupakan penggambaran istri Dewa Siwa. Inskripsi terkait situs ini menunjukkan angka tahun 1208 Saka atau 1286 Masehi. Dapat di ambil kesimpulan bahwa kekunaan ini berasal dari era Kerajaan Singhasari.

Yoni

Nandi

Inskripsi

Lapik dengan hiasan padma yang terletak di luar bangunan cungkup.

Di luar area cungkup kita masih bisa menjumpai tinggalan cagar budaya lainnya, salah satunya adalah lapik berhiaskan padma. Lapik ini terletak di pinggir sungai Jimbe yang nantinya bermuara di sungai Brantas. Lapik ini dipahat pada batu berukuran besar yang menjadi bagian pondasinya.

Selain tinggalan cagar budayanya, daya tarik dari Kekunanaan Jimbe juga berasal dari legenda Umyang Jimbe. Legenda ini berkisah tentang perjalanan Empu Supa ke suatu hutan di Blitar selatan untuk mencari keris raja Majapahit yang hilang. Dalam pencariannya itu Empu Supa dihadang oleh para Jin penghuni hutan itu. Pertikaian pun tak terelakkan hingga satu demi satu dari para jin menyerah. Karena kekalahan para jin itu, akhirnya mereka melapor kepada Raja Jin di daerah tersebut. Raja Jin inilah Umyang Jimbe. Pertarungan antara Empu Supa dan Umyang Jimbe pun tak terelakkan. Sang Empu mengerahkan kesaktian yang lebih kuat dari yang sebelumnya hingga mengakibatkan kekalahan Umyang Jimbe. Umyang Jimbe pun meminta ampun kepada Empu Supa dan mau menuruti apa pun yang diinginkan Empu Supa.

Empu Supa meminta Umyang Jimbe untuk mencarikan bahan pande untuk di jadikan keris. Singkat cerita setelah Empu Supa selesai mengerjakan keris buatanya. Kemudian meminta Umyang Jimbe untuk menjadi khodam (penghuni) keris tersebut. Empu Supa kembali ke Keraton Majapahit dan memberikan keris yang di anggap lebih sakti sebagai ganti dari keris yang hilang.

Legenda Umyang Jimbe ini melekat hingga kini di kalangan masyarakat Desa Jimbe. Bahkan di sekitar bangunan cungkup Kekunaan Jimbe juga didirikan patung sang empu yang memegang sebilah keris.

Bagi para traveler sekalian yang penasaran dengan keunikan legenda Kekunaan Jimbe bisa langsung OTW ke lokasi. Rute menuju Kekunaan Jimbe cukup mudah, dari Jembatan Kademangan ikuti arah ke Tulungagung – sampai di depan SDN Jimbe 01 lihat papan petunjuk menuju kekunaan.

Yuk telusuri ragam sejarah dan budaya yang ada di Blitar agar kita lebih mengenal Blitar. Ayo rame rame wisata watu ke Kekunaan Jimbe.


Writer : Zid

Sumber : Santosa, Edy dan Sunarko Budiman. 2004. Cerita Rakyat dari Blitar (Jawa Timur). Grasindo. Jakarta

Participant : Anggun, Bagus, Zid

One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *