Skip to content

Kedung Enthong Blitar yang Menawan

dung enthongKalau ngomongin kedung di Blitar, ya gak bakal keitung lagi jumlahnya. Apalagi di Blitar selatan 😀 di sana adalah surganya kedung hehe. 😛 Kedung secara umum bisa diartikan sebagai kolam, namun secara khusus biasanya ditujukan untuk menyebut kolam-kolam  yang terbentuk secara alami. Kedung biasanya banyak dijumpai di daerah-daerah berkapur seperti di Blitar selatan. Nah di Kabupaten Blitar, tepatnya di Desa Pulerejo, Kec. Bakung, terdapat sebuah kedung yang istimewa. Kedung tersebut bernama Kedung Enthong.

Kedung Enthong/ Kedung Entong bukan sekedar kolam alam biasa. Di hulu kedung ini terdapat sebuah air terjun mini. Air terjun Enthong ini berkelok-kelok dengan menawan. Aliran airnya menggerus dasar sungai sehingga membentuk kolam yang dalam, dengan bentuk yang sedikit melingkar. Semakin dekat ke air terjun, kedung semakin dalam. Hal ini bisa dilihat dari dasar kedung yang gelap.

Spot terbaik untuk mengambil gambar air terjun di Kedung Enthong ini adalah dengan berada di atas batu besar di samping kanan air terjun. Dari Spot ini para traveler sekalian dapat menyaksikan kelokan-kelokan air terjun dari dekat. Kita juga bisa melihat dasar air terjun yang tampak gelap.

kedung enthong blitarAir Terjun di Kedung Enthong

kedung enthongPanorama khas Dung Enthong

travellers di kedung enthongRute menuju Kedung Enthong dari Blitar adalah sebagai berikut: Blitar – Kademangan – Ikuti arah ke Pantai Tambakrejo – Dari kantor Kecamatan Kademangan (di atas Gunung) berbelok ke kanan menuju Desa Maron – Setelah menjumpai pertigaan puskesmas pembantu Maron, berbelok ke kanan hingga menjumpai pertigaan yang di tengahnya terdapat miniatur candi di Desa Panggungduwet – Dari pertigaan tersebut lurus saja hingga masuk Desa Pulerejo – Di depan Kantor Desa Pulerejo terdapat gang di kiri jalan – Belok ke kiri hingga menjumpai petunjuk arah ke Kedung Enthong di kanan jalan.

Yang Penasaran dengan Kedung Enthong silahkan cek langsung ke TKP. Selamat mencoba 😀


Writer: Galy Hardyta

Participant: Anggun, Galy, Deni, Dodik, Guntur dan kawan, Rendro

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *