Skip to content

Jurug Kaliwungu Blitar, Air Terjun Cantik di Perbatasan

Mendengar kata air terjun, kata apa yang mungkin terlintas di benak kalian? Adem,sejuk dan pastinya segar jika kita bisa mandi di alirannya. Oke dalam perjalanan kali ini saya dan kawan kawan sedikit melipir ke Blitar selatan sebelah timur, untuk menyambangi sebuah air terjun di kawasan Binangun.

Kenapa dalam judul di atas disebut di perbatasan? Ya, karena jurug yang kami tuju berada di perbatasan Dusun Kaliwungu, Desa Binangun Kec. Binangun dengan Desa Mojorejo, Kec. Wates. Oleh karena itu jurug ini kadang disebut Jurug Kaliwungu kadang juga Jurug Mojorejo.

Untuk menuju Jurug Kaliwungu, dari Blitar arahkan perjalanan kalian menuju Binangun – Pantai Jolosutro. Sesampainya di perempatan pasar Binangun belok kiri. Kemudian setelah kira-kira 1 km ada perempatan (jika tidak teliti memang seperti pertigaan karena jalan yang ke kiri itu menjorok ke bawah).

Dari perempatan tersebut ambil yang kanan, lalu terus saja melewati jalan naik hingga bertemu perempatan lagi. Kalau belok ke kanan kalian akan sampai di Puthuk Terasiring, tapi jalan ke jurug bukan lewat situ. Dari perempatan tersebut lurus saja sampai nanti ada Masjid Kaliwungu di kanan jalan. Pertigaan sebelum masjid itu ke kiri sampai rumah terakhir. Dari rumah terakhir lanjutkan perjalanan lewat jalan cor (rabat beton) hingga tiba di sungai. Di sekitar sungai ada gubug, kalian bisa memarkirkan kendaraan di sana.

Di belakang gubug terdapat mata air yang sudah di buatkan penampung air. Kalian bisa turun ke air terjun lewat situ. Kalian juga bisa melewati jalan di samping gubug, tapi jalannya sedikit memutar. Saat turun sebaiknya berhati – hati karena jalannya sedikit licin. Kondisinya juga kurang terlihat karena tertutup rimbunnya rerumputan. Turunnya tidak jauh kok, hanya skitar 10 menit. Jika tak kunjung ketemu air terjunnya, cari suara gemercik air terdekat, maka kalian akan tiba di Jurug Kaliwungu.

Air Terjun Kaliwungu terletak di aliran Sungai Lemon. Di atas jurug terdapat sebuah kedung yang indah, kedung itu bernama Kedung Perahu. Di sebelah kanan Jurug Kaliwungu terdapat sebuah jurug lain yang debitnya lebih kecil. Sementara itu depan jurug juga terdapat sebuah kedung yang besar dan dalam. Saya tidak tau seberapa dalamnya, tapi jangan coba-coba nyemplung atau renang jika tidak pakai pengaman, apalagi saat musim penghujan. Hati-hati pula di area air terjun, selain licin juga rawan longsor.

Kedung Perahu

Saya sendiri sudah menyambangi Jurug Kaliwungu sebanyak dua kali. Dalam dua kali perjalanan tersebut, saya bisa melihat Air Terjun Kaliwungu saat musim penghujan dan saat musim kemarau. Sama sama cantiknya. Air Terjun Jurug Kaliwungu ini masih alami, jadi tolong jaga kebersihan ya saat berkunjung ke sini.
#Selamat berpetualang

Kondisi saat musim penghujan

Kondisi saat musim kemarau


Penulis : Hadi

Editor : Galy Hardyta

Participant : Hadi, Hary, Nidu, Noi

One Comment

  1. Arya Arya

    Mapingnya mas

Tinggalkan Balasan