Skip to content

Jolosutro dan Bonus dari Si Hitam

Rencana matang itu akhirnya terwujud. Hari itu masih dalam suasana lebaran, saya dan Galy bertolak ke arah tenggara dari Kademangan untuk menuju potensi harta karun di Blitar selatan. Tujuan perjalanan ini pada awalnya hanyalah Pantai Jolosutro, tapi setiba di sana kami memperoleh informasi mengenai pantai lain (kalau tidak salah nama pantainya Karang Nritep). Kami pun seperti mendapatkan bonus seketika itu juga.

Baik Jolosutro maupun Karang Nritep, keduanya terletak di Desa Ringinrejo, Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar. Jaraknya lebih kurang 46 km arah tenggara dari pusat Kota Blitar. Perjalanan yang ditempuh untuk mencapai kedua pantai itu cukup lancar, jalan di daerah Blitar tenggara sudah lumayan mulus untuk dilewati.

jolosutro dari ketinggianUntuk menuju pantai, kami harus melewati jalan meliak-liuk di bukit-bukit gundul. Suatu keindahan tersendiri ketika melewati bukit dengan pemandangan yang luas, apalagi ketika terlihat pemandangan pantai dari atas bukit. Sejenak kami berhenti untuk menikmati keindahan tersebut.

Setelah puas menikmati panorama pantai dari atas, kami bergegas turun. Sebelum memasuki area pantai terlebih dahulu kami harus membayar retribusi. Selanjutnya kami segera memarkirkan kendaraan di tempat yang aman. Petualangan yang sebenarnya pun dimulai.

Pantai Jolosutro

Pantai Jolosutro, adalah salah satu pantai terbesar di Kabupaten Blitar. Dengan hamparan pantainya yang luas Jolosutro menjadi obyek wisata andalan di kawasan Blitar timur. Banyak wisatawan yang berkunjung ke tempat ini tiap akhir pekan, bahkan sebagian adalah wisatawan luar Blitar.

Ditengah suasana yang mulai ramai kami berusaha mencari spot yang sepi, dan pandangan kami langsung tertuju pada Pantai Karang Nritep di sebelah barat. Sembari menuju Karang Nritep, tidak lupa kami menikmati dan mengabadikan moment di Jolosutro.

Pantai Pasir Hitam (Karang Nritep)

Setelah selama perjalanan ke barat, kami berdansa dengan indahnya panorama Jolosutro, akhirnya kami sampai juga pada bukit yang memisahkan Jolosutro dengan Karang Nritep. Memang terjal, tetapi sudah tersedia jalan setapak untuk melewati bukit tersebut. Setelah melewati bukit, kami pun sampai pada suatu hamparan pasir hitam yang luas, baru kali ini saya melihat pasir pantai yang berwarna sangat hitam. Pemandangan pantai disini benar-benar bagus dan tak kalah menarik. Hamparan pasir hitam itu terlihat berkilau jika dilihat dari kejauhan, sungguh benar-benar sebuah bukti keagungan Sang Pencipta.

Kami pun menyusuri pantai ini sampai ke tebing di ujung barat. Pemandangan sempurna pun terlihat dari atas tebing tersebut, yakni ketika Pantai Jolosutro dan Karang Nritep dapat terlihat dalam satu waktu. Terlihat perbedaan mencolok antara kedua pantai ini. Pantai Jolosutro berpasir coklat dan Karang Nritep berpasir hitam.

Setelah puas bergulat dengan indahnya The Black Beach Karang Nritep , kami pun memutuskan untuk pulang karena perjalanan hari itu dirasa sudah sangat memuaskan hati kami. Dibenak kami pun terpatri untuk tak pernah melupakan indahnya pesona kedua pantai ini.


Writer : Pristiko Gunawan

Participant : Galy, Tiko

11 Comments

  1. Sutikno Rejol Sutikno Rejol

    Masih Kurang komplit pendakian anda, hanya sampai Wedi ireng atau pasir hitam, coba sekali lagi anda naik lagi arah barat anda akan menemukan batu yg menyerupai Candi Prambanan ditepi deburan ombak laut selatan, tetapi tidak mudah naik kesana karna jalan menuju kelokasi tersebut tidak mudah, tidak ada jalan setapak atau jejak, kita harus mendaki dan meluncur, selamat mencoba…………………..

  2. Sutikno Rejol Sutikno Rejol

    satu lagi bila anda naik arah barat anda akan menemukan Pantai Pasir putih, bila musim bertelur dilokasi tersebut banyak Penyu, dari situ ada batu yg dinamakan gunung cengger, tetapi kalau melihat di Foto anda sudah tidak ada lagi, tapi bisa ditanyakan dengan warga disekitar Pantai ada nggak batu yg tersebut, naik lagi arah barat itu yg saya komen ada batu yg menyerupai Candi Prambanan bila anda penasaran selamat mendaki kawan……..

  3. makasih informasinya mas.. 😀
    bisa dicoba dilain kesempatan…

  4. Sutikno Rejol Sutikno Rejol

    Pantai Jolo Sutro tempo dulu, dulunya Pantai tersebut begitu indah, sepaniang tepian pantai banyak Pohon pandan hijau nan teduh, setelah ada bencana sunami tahun delapan puluhan pandan – pandan tersebut hilang diterjang gelombang sunami, sekarang menjadi hamparan pasir sepanjang Pantai, saya bangga dengan teman – teman yang menpromosikan pantai di wilayah Kab Blitar Khususnya Pantai Jolo Sutro, semangat remaja remaja Hebat Kapan kita bisa bertemu salam Rejol.

  5. sampai sekarang pun juga masih indah kog pantainya.. 😀
    semoga ada kesempatan bisa bertemu njenengan..

  6. Sutikno Rejol Sutikno Rejol

    ok terimakasih sampai ketemu salam buat teman -teman D’Travellers dan IMPALA UNIBRA semangat terus di pererat tali persahabatan, kalian remaja – remaja yang hebat, generasi penerus bangsa.. pertahankan terusssssssssssss………

  7. apey apey

    Lovely beach! thanks infonya. mau nanya utk menuju pantai Jolosutro dgn mobil kecil (yaris) dari arah Lodaya apakah memungkinkan? kalau tdk dimana titik akhir rute yang bisa dilalui mobil ya? boleh dibagi info utk menuju ke sana di email kah? rencana saya mau ajak temen backpacker dr US kesana minggu ini. Thank for great share!

  8. Oo.. dari jembatan kali brantas lodoyo ketimur arah jegu saja.. kemungkinan mobil muat meski jalannya sempit. titik temunya nanti dari arah brongkos kesamben.. untuk jelasnya memang lewat kesamben, karena papan petunjuknya sudah lumayan lengkap.. insyaAllah mobil bisa sampai pantai..

  9. mbak ini ada tambahan informasi dari Pak Tikno warga asli jolosutro.. rute yang lebih dekat sebagai berikut:
    – dari traffic light lodoyo ke timur menuju binangun
    – dari simpang tiga binangun belok kanan
    – ikuti jalan, jika bertemu pertigaan mbah dayat lurus saja itu sudah menuju pantai

  10. hafid hafid

    pandai di blitar yg cocok buat be
    renang di pandai mana ya?

  11. travellers2009 travellers2009

    yang lumayan pantai pangi mas.. 🙂 tapi tetep harus hati-hati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *