Skip to content

Eksotisme Pantai Jabalan, Pantai Baru di Blitar

pantai jabalan blitar 1Perjalanan ke Pantai Jabalan siang itu bermula disaat seorang teman meminta saya untuk menganjaknya ke pantai. Rindu akan suasana laut, suara deru ombak dengan hamparan pasir yang luas, katanya. Hehe 😀 Kebetulan sekali, saat itu saya juga ingin mengunjungi salah satu pantai baru (katanya) yang ada di pesisir Blitar. Pantai itu bernama Jabalan. Setelah kami berdiskusi kecil akhirnya kami sepakat untuk berexpedisi menuju pantai tersebut. Pantai Jabalan masih asing bagi kami, akses jalan seperti apa dan rutenya kemana kami belum mengetahuinya, yang kami ketahui hanyalah pantai tersebut terletak di Dusun Sumberkatak Panggungrejo.

Okelah kalau begitu, karena matahari sudah semakin menanjak di atas ubun-ubun dan setelah menyiapkan sedikit perbekalan ringan seperti air mineral dan snack, kami pun siap meluncur menuju Dusun Sumberkatak. Saat itu kami bertolak dari Kecamatan Panggungrejo. Jadi tidak sampai 30 menit sudah memasuki dusun Sumberkatak. Untuk rute dari Kota Blitar bisa dijelaskan sebagai berikut :

Jika dari Blitar rute yang dapat diambil adalah: Blitar – Kanigoro – Sutojayan – panggungrejo, sesampainya di percabangan beringin Panggungrejo belok ke kiri (arah Peh Pulo), sampai ada jembatan masuk Desa Kaligambir. Sekitar 1 km dari jembatan terdapat percabangan pas tanjakan, dari situ ambil arah kiri atau naik tanjakan jalan rabat beton. Ikuti jalan rabat sampai jalan berganti jalan aspal yang sudah mulai rusak sepanjang kurang lebih 500 m kemudian ada perempatan apabila ke kiri menuju Desa Balerejo, itu lurus saja ke arah Dusun Sumberkatak. Sampai mentok ambil arah kiri. Apabila masih dirasa bingung jangan sungkan untuk bertanya kepada warga.

notok ngiriambil kiri

Lanjut ke kiri sekitar 1,5 km akan dijumpai sebuah danau di sebelah kiri jalan. Danau yang tampak di Map berbentuk seperti “hati” itu bernama Danau Segaran. Setelah dari danau ikuti jalan ke kiri sampai menemukan perempatan ini, lalu ambil kanan. Untuk sampai di sini kami tidak terlalu mendapat kesulitan karena kami sudah pernah mendatangi daerah ini sebelumnya. Tapi perjalanan belum selesai. 😀 Expedisi yang sebenarnya belum dimulai, haha.

percabangan pantai jabalan ke kanannambil kanan

Dari sini kami sudah tidak tau arah mana lagi yang kiranya akan mengantarkan kami ke Pantai Jabalan. Akhirnya kami bertanya pada salah seorang warga yang hendak pergi ke ladang. Setelah seblumnya kami sempat nyasar. 😀 Dengan senang hati beliau menunjukkan rute mana saja yang harus kami lalui. Setelah dirasa cukup informasi yang kami peroleh, kami melanjutkan perjalanan.

jalan akses pantai jabalan kebunKami pun melanjutkan memutar roda kendaraan sampai ujung perkampungan. Hingga akhinya kami menjumpai percabangan, yang mana apabila lurus merupakan jalan bebatuan (arah masuk hutan) dan jalan kekanan yang masih tetap jalan rabat beton. Kami ambil arah lurus masuk hutan. Dari sini lah ekspedisi dimulai. Jalan yang dilalui sudah mulai menyempit dan berbatu. Turunan, sungai kecil, tanjakan, bebatuan, tanah, semua berpadu menjadikan perjalanan terasa sedikit menegangkan, kudu extra hati-hati.

Meskipun jalan yang dilalui sudah tampak jelas karena tampaknya jalanan ini menjadi jalan akses warga sehari-sehari untuk ke ladang atau sawah, tetapi banyak percabangan yang musti diperhatikan, bisa jadi salah ambil arah dan tersesat. Seperti halnya kami, karena terlalu fokus pada jalan yang kami lalui, kami hanya lurus saja dan memilih jalan yang kami anggap mudah, tanpa menyadari bahwa kami sudah masuk hutan yang mulai sepi dan jalan semakin menyempit. Kami pun berhenti sejenak, dari sana tampak ada pantai di bawah, batu karang menjulang ditengah lautan pun terlihat. Kami pikir perjalanan sudah semakin dekat dan sudah menemukan titik terang. Yes! Tetapi kok tidak tampak sama sekali jalan untuk turun kesana, sepertinya kami salah jalan. Akhirnya kami berputar balik untuk kembali dan akan bertanya jika bertemu dengan warga. Alhamdulillah ada seorang bapak-bapak yang sedang beristirahat di sebuah gubuk di atas bukit, dan kami pun bertanya mengenai arah menuju Pantai Jabalan. “Wah nduk sampean kadohan iki, lor kono maeng mudun wayahe” kata beliau. Walah dalah nah loh salah jalan kan. Kemudian bapak tersebut memberikan arahan untuk kembali mengikuti jalan sampai alas maunen (hutan pohon mahoni) dan ambil arah menurun ke kanan (kalo dari arah selatan) . Terimakasih Pak informasinya. Huhft.

jalan percabangan pantai jabalanambil kiri

Ternyata percabangan yang dimaksud adalah percabangan yang ini. Ciri-cirinya ada sebuah gubuk di sebelah kanan jalan. Dan jalan kekirinya jalan turunan berbatu.Jalan akses yang kami tempuh selanjutnya telah berubah menjadi jalan bebatuan yang cukup terjal, dengan sisi kiri jalan sudah merupakan jurang yang langsung mengarah ke aliran sungai. Setelah melalui jalan bebatuan sekitar 1km kami dihadapkan pada medan baru. Kami harus menerobos hutan semak-semak yang di dominasi vegetasi semacam bambu hutan yang cukup rapat dan agak licin. Di tengah-tengan hutan tersebut terdapat sungai yang mengalir membelah hutan yang lebarnya kurang lebih 6-7 meter, satu-satunya akses hanyalah menyebrangi sungai tersebut. Untung saja waktu itu musim hujan belum tiba. Sehingga aliran airnya belum terlalu deras. Mungkin akan sulit dilalui ketika musim hujan tiba. Kurang lebih 1 km dari sungai tersebut kami sampai di ujung hutan. Di sana sudah tidak ada lagi jalan yang mungkin dapat dilewati kendaraan. Suara gemuruh ombak sudah terdengar, aroma pantai menyengat indra. Ternyata kami telah tiba. Hueh. Akhirnya.

Seperti Oase di tengah padang pasir, melihat birunya laut pantai selatan. Perjuangan tidak sia-sia. Pantai Jabalan sudah ada di depan mata. Tapi setelah kami memarkirkan kendaraan di bawah semak-semak, kami masih harus menuruni jalan setapak yang cukup curam.

Semangat semakin menyala untuk segera turun dan bersua dengan debur ombak yang seakan-akan melambai-lambai memanggil. Karang menjulang berdiri tegap di ujung pandangan, itulah Gunung Lanang. Kaki melangkah lebih cepat, menggebu untuk secepatnya dapat sampai. Sejenak kami berhenti, terpaku akan pemandangan Pantai Jabalan ini. Tak ada pasir yang luas di sana, hanya bebatuan yang kami liat sepanjang garis pantainya. Tapi meskipun tak seperti angan, pantai ini indah dengan karang-karangnya yang terhentak alun ombak samudra. Kereeeenn…… !!!!! SubhanAllah…. ^_^

pantai jabalan panggungrejo blitarKeeksotisan pantai jabalan

pantai jabalan 2


Writer : Eny D. Lestari

Photographer : Eny D. Lestari

Participant : Eny, Dery

3 Comments

  1. widih, emang ebelum melihat keindahan perlu melewati rintangan2 dulu hehe
    tapi tempate keren banget 🙂

  2. mbah toher mbah toher

    weh cocok 😀 mtore seleh ngendi mas iku ???

  3. travellersblitar travellersblitar

    Kalo kami dulu di ujung jalan dekat pantai (50m). Tp kmren ada yg di truh gubuk terakhir sebelum masuk hutan bambu. Trus jalan 1-2km.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *