Skip to content

Candi Wringin Branjang di Kaki Gunung Gedang Blitar

Candi Wringin Branjang di Kaki Gunung Gedang Blitar 2

Candi Wringin Branjang.

Candi dan Gunung, keduanya merupakan bagian yang tak terpisahkan. Puncak gunung dicitrakan sebagai kediaman para dewa, sedangkan candi merupakan tempat suci untuk memuja para dewa. Keduanya diselaraskan demi satu tujuan, yakni untuk mendekatkan diri kepada sang pencipta. Candi Wringin Branjang di Desa Gadungan, Gandusari, Kab. Blitar merupakan salah satu candi yang tak terpisahkan dari gunung. Letaknya berada di kaki Gunung Gedang yang masih termasuk dalam rangkaian Gunung Kelud.

Deskripsi Candi

Orientasi Candi Wringin Branjang sangat menarik karena arah bangunannya menghadap ke selatan. Candi ini mungkin berorientasi terhadap Gunung Kelud di sebelah utaranya. Pada umumnya candi menghadap ke arah barat atau timur. Misalnya saja Candi Kotes, candi ini menghadap ke barat. Contoh lain adalah Candi Sumberagung yang menghadap ke timur. Orientasi arah candi seperti Candi Wringinbranjang ini sebenarnya tidaklah aneh. Beberapa struktur kuna dari masa klasik memang berorientasi pada puncak gunung di dekatnya.

Pada era klasik tua, candi umumnya berupa bangunan yang terdiri dari kaki, tubuh, dan atap. Dalam satu komplek percandian, bangunan candi yang paling suci (bangunan induk) bisa terletak di tengah atau di belakang. Pada era klasik muda semakin banyak dijumpai candi yang bentuknya tidak berupa bangunan, melainkan berupa struktur terbuka. Struktur terbuka tersebut biasanya mengelilingi sebuah puncak gunung. Struktur candi diibaratkan sebagai candi perwara (pendamping), sedangkan struktur induknya tidak lain adalah puncak gunung yang dikelilinginya. Ada kemungkinan Candi Wringin Branjang merupakan salah satu candi yang berorientasi pada puncak gunung di dekatnya.

Candi Wringin Branjang tersusun dari batu andesit. Bentuk tubuhnya berdenah segi empat, polos tanpa hiasan dinding (dahulu terdapat gambar rusa yang merupakan tambahan baru dari semen). Pada dinding candi terdapat beberapa lubang angin untuk membantu sirkulasi udara. Atap candi bentuknya limas mirip atap rumah masa kini. Bangunan ini memiliki ukuran lebar 4.69 m dan panjang 2.52 m.

candi-wringin-branjang

Bentuk candi yang minimalis.

Di dalam belantara Gunung Gedang, Candi Wringin Branjang tidak sendirian. Di belakangnya berjajar sejumlah struktur kuna yang semakin ke belakang menempati lereng yang semakin tinggi. Gugusan struktur tersebut beserta sejumlah tinggalan lepasnya disebut Situs Gadungan (Situs Candi Gunung Gedang). Berurutan dari depan adalah Candi Wringin Branjang, kemudian strukur gapura pada Situs Gadungan, dan lebih ke belakang lagi adalah struktur terbuka menyerupai altar pada Situs Gadungan.

Pada Situs Gadungan terdapat inskripsi yang menunjukkan angka tahun 1231 Saka (1309 M). Selain inskripsi juga terdapat sejumlah tinggalan seperti miniatur candi, lapik arca, dan yoni. Keberadaan yoni mengindikasikan corak keragaman situs tersebut adalah Hindu. Mengingat jaraknya yang sangat dekat dan gaya arsitekturnya yang sama, diduga Situs Gadungan dan Candi Wringin Baranjang merupakan satu kesatuan. Oleh karena itu inskripsi Situs Gadungan kiranya dapat digunakan sebagai referensi kronologi pendirian Candi Wringin Branjang.

Tata letak candi-candi periode Jawa Timur umumnya menempatkan struktur induknya pada halaman paling belakang. Jika benar Situs Gadungan dan Candi Wingin Branjang merupakan satu kesatuan, maka Situs Gadungan merupakan struktur induk dari gugusan percandian di kaki Gunung Gedang.

candi-wringinbranjangDisebut Candi Wringin Branjang karena saat ditemukan, candi ini dalam kondisi terlilit pohon beringin.

Sejarah

Jika benar bahwa Candi Wringin Branjang dan Situs Gadungan merupakan satu kesatuan maka inskripsi pada Situs Gadungan dapat dijadikan sebagai referensi kronologi pendirian Candi Wingin Branjang. Inskripsi Gunung Gedang menunjukkan angka tahun 1231 Saka. Tahun tersebut masuk dalam era Kerajaan Majapahit periode awal pemerintahan Raja Jayanegara.

Riwayat Pelestarian

Candi Wringin Branjang pertama kali dilaporkan Verbeek pada tahun 1887. Kemudian Knebel mengunjungi dan mendata Candi Wringin Branjang, dilaporkan ke dalam ROC tahun 1908.

Lokasi dan Rute

Candi Wringin Branjang secara administratif terletak di Desa Gadungan, Kec. Gandusari, Kab Blitar. Letak candi ini berada di dalam hutan Gunung Gedang. Dari Kota Blitar candi ini dapat dituju dengan mengarahkan perjalanan ke arah Malang. Sesampainya di Perempatan Kantor Desa Kendalrejo, Talun silakan belok ke kiri (ke utara) kemudian ikuti jalan sampai mentok. Selanjutnya silakan belok kanan mengikuti jalan hingga memasuki Desa Sumberagung. Pada pertigaan TK Al-Hidayah Sumberagung belok kiri, kemudian ikuti jalan hingga memasuki kawasan hutan Gunung Gedang. Jika masih bingung travelers sekalian dapat melihat posisinya di sini.

Persiapkan kondisi fisik dan kendaraan dengan baik, karena mendekati lokasi candi kondisi jalannya cukup menantang. DTrav rekomendasikan untuk mengunjungi candi ini pada musim kemarau, sebab saat musim hujan dikhawatirkan jalanya licin. Savety first guys, and keep enjoy Blitar Tourism. 😀

dtrav-dolanan-tradisional

DTravellers Blitar di Candi Wringinbranjang.


Writer: Galy Hardyta

Narasumber:

  • Juru Pelihara Candi Wringin Branjang

Participant: Bagus, Galy, Very, Aguf, Ali Moes, Ardi, Ceming, Dea Atmaji, Dodik, Kunti, Khotmi Puji, Sasti, Ratih

3 Comments

  1. smoga suatu saat bisa kesana

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!