Skip to content

Candi Wringin Branjang di Kaki Gunung Gedang Blitar

Candi Wringin Branjang di Kaki Gunung Gedang Blitar 2

Candi Wringin Branjang

Candi dan Gunung, keduanya merupakan bagian yang tak terpisahkan. Puncak gunung dicitrakan sebagai kediaman para dewa, sedangkan candi merupakan tempat suci untuk memuja para dewa. Keduanya diselaraskan demi satu tujuan, yakni untuk mendekatkan diri kepada sang pencipta. Candi Wringin Branjang di Desa Gadungan, Gandusari, Kab. Blitar merupakan salah satu candi yang tak terpisahkan dari gunung. Letaknya berada di kaki Gunung Gedang yang masih termasuk dalam rangkaian Gunung Kelud.

Hubungan dengan Gunung Kelud

Keterkaitan Candi Wringin Branjang dengan gunung cukup unik. Hal ini bisa dilihat langsung dari orientasi arah hadap candi. Umumnya bangunan candi menghadap ke timur atau ke barat, namun candi ini menghadap ke selatan. Artinya candi yang terletak di belantara Gunung Gedang ini berorientasi pada puncak Gunung Kelud yang berada di utaranya.

Denah Situs

Di belantara Gunung Gedang, Candi Wringin Branjang tidak sendirian. Di belakangnya berjajar beberapa struktur bangunan kuno yang semakin ke belakang menempati lereng yang lebih tinggi. Berurutan dari bawah adalah Candi Wringin Branjang, Strukur Gapura Situs Gadungan, kemudian Altar Pemujaan Situs Gadungan. Pada Altar Situs Gadungan terdapat inskripsi angka tahun yang menunjukkan tahun 1(2?)31 Saka (1309 M). Kemungkinan Candi Wringin Branjang beserta Situs Gadungan berasal dari kurun waktu tersebut, yakni masuk dalam periode berkuasanya Kerajaan Majapahit.

Arsitektur Candi

candi-wringin-branjang

Bentuk candi yang minimalis

Mengulas Candi Wringin Branjang tentunya tak akan terlepas dari arsitekturnya yang minimalis. Candi Wringin Branjang tersusun dari batu andesit. Bentuk tubuhnya bujur sangkar, polos tanpa hiasan dinding. Adapun semacam relief rusa pada dinding candi sebelah kiri merupakan tambahan baru (sekarang sudah tidak ada). Pada dinding candi terdapat beberapa lubang angin untuk membantu sirkulasi udara. Atap candi bentuknya mirip atap rumah masa kini, yakni berbentuk limas. Benar-benar unik bukan?

candi-wringinbranjangDinamakan Wringin Branjang karena saat ditemukan dalam kondisi terlilit pohon beringin.

Rute

Bagi traveler sekalian yang penasaran dengan Candi Wringing Branjang bisa datang langsung ke lokasi. Dari Kota Blitar candi ini dapat dituju dengan mengarahkan perjalanan ke arah Malang, nanti sampai di Kantor Desa Kendalrejo Talun ikuti rute berikut: Perempatan Kantor Desa Kendalrejo ke kiri – ikuti jalan sampai mentok kemudian belok kanan tak perlu terlalu jauh hingga Candi Kotes – pada pertigaan TK Al-Hidayah Sumberagung belok kiri – ikuti jalan hingga memasuki kawasan hutan Gunung Gedang. Jika masih bingung kalian dapat melihat posisinya di sini.

Persiapkan kondisi fisik dan kendaraan dengan baik, karena mendekati lokasi candi kondisi jalannya cukup menantang. DTrav rekomendasikan untuk mengunjungi candi ini pada musim kemarau, sebab saat musim hujan dikhawatirkan jalanya licin. Savety first guys, and keep enjoy Blitar Tourism. 😀

dtrav-dolanan-tradisional

DTrav di Candi Wringinbranjang


Writer: Galy Hardyta

Sumber: Juru Pelihara Candi Wringin Branjang

Participant: Bagus, Galy, Very, Aguf, Ali Moes, Ardi, Ceming, Dea Atmaji, Dodik, Kunti, Khotmi Puji, Sasti, Ratih

2 Comments

  1. smoga suatu saat bisa kesana

Tinggalkan Balasan