Skip to content

Candi Selotumpuk Blitar, Bukan Sekedar Tumpukan Batu

Candi Selotumpuk secara harfiah berarti candi batu tumpuk. “Selo” merupakan kata dalam bahasa Jawa yang berarti Batu. Ada pula yang menyebut candi ini dengan nama Candi Watu Tumpuk yang memiliki arti sama dengan Selo Tumpuk.

Lokasi dan Rute

menuju candi selo tumpuk

Secara administratif Candi Selotumpuk terletak di Desa Pagerwojo, Kec. Kesamben, Kab. Blitar. Rute menuju Candi Selotumpuk adalah sebagai berkut: dari Kota Blitar arahkan perjalanan ke timur ke arah Malang hingga tiba di Kec. Kesamben. Sesampai Terminal Kesamben ke timur sedikit. Pertigaan arah SMKN 1 Doko belok ke kiri ke arah utara  (arah Wisata Gogoniti) sampai tiba di Desa Pagerwojo. Letak Candi Selotumpuk berada di puncak Gunung Batok sehingga sedikit jauh dari pemukiman.

Kondisi Medan

Karena harus mendaki. Untuk menuju ke lokasi candi, travelers sekalian bisa menitipkan kendaraan di rumah warga. Selanjutnya perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki menyusuri jalan setapak yang mengarah ke puncak Gunung Batok. Gunung tersebut tidak terlalu tinggi, hanya diperlukan waktu sekitar 20 menit untuk mencapai puncak. Sesampai di puncak Gunung Batok, kalian akan menjumpai Candi Selo Tumpuk. Meski tidak terlalu tinggi, tapi pendakian kecil ini tidak bisa diremehkan. Kerapatan vegetasi yang rendah membuat suasana pendakian sedikit terik jika dilakukan di musim kemarau. DTrav sarankan agar kalian melakukan pendakian pada pagi hari atau sore hari. 😀

Daya Tarik Puncak Gunung Batok

Candi Selotumpuk Blitar, Bukan Sekedar Tumpukan Batu 2

Keindahan alam Gunung Batok.

Tepat disamping candi terdapat sebuah gazebo, jika capek mendaki, kalian bisa menggunakannya untuk beristirahat sembari menikmati keindahan alam di puncak Gunung Batok. Jika cuaca cerah kalian dapat menyaksikan pemandangan Pegunungan Kawi di sebelah utara, dan rangkaian Gunung Kajang di sebelah tenggara.

Deskripsi Candi

candi selo tumpukCandi Selotumpuk.

Sesuai dengan namanya, Candi Selotumpuk benar benar terlihat seperti tumpukan batu. Komponen penyusunnya yang telah runtuh di susun ulang membentuk struktur berdenah segi empat. Susunan ini sudah tidak sesuai dengan bentuk asli bangunan di masa lalu. Saat ini bangunan candi memiliki panjang 5 m, lebar 4 m dan tinggi 0.75 m. Pada bagian tengah candi terdapat komponen candi yang dihiasi pahatan kepala kala pada setiap sisinya. Selain itu terdapat pula kemuncak candi berbentuk persegi. Melihat ukurannya yang tak terlalu besar (1.20 x 1.20 m dan 0.40 x 0.40 m), mungkin kala dan kemuncak tersebut merupakan bagian dari miniatur candi.

Meski telah runtuh, Candi Selotumpuk memiliki ornamen hias yang cukup indah. Tampak beberapa antefik dan batu candi dihiasi dengan ornamen tumbuhan yang distilir.

candi selotumpukKala.

candi selotumpuk blitarOrnamen hias Candi Selotumpuk.

candi watu tumpukFragmen arca.

Yang tak kalah menarik, diduga candi ini juga memiliki relief naratif. Relief Candi Selotumpuk menggambarkan dua tokoh yang sedang duduk bersila saling berhadapan. Salah satu tokoh digambarkan gemuk dan satunya kurus. Relief ini memiliki kemiripan dengan relief Bukbuksah Gagangaking di Pendopo Teras Candi Penataran.

relief tokoh candi selo tumpukRelief naratif Candi Selotumpuk.

Candi Selotumpuk Blitar, Bukan Sekedar Tumpukan Batu 3

Relief Bubuksah Gagangaking di Pendopo Teras Candi Penataran yang mirip dengan relief naratif pada Candi Selo Tumpuk..

Candi yang telah runtuh ini sebenarnya dahulu dibangun dengan perancangan yang matang. Tampak jelas bahwa pada sejumlah batu candinya diberi tanda. Aksara yang digunakan dalam tanda tersebut adalah aksara Jawa Kuno.

watu tumpuk

Penanda pada batu Candi Selotumpuk.

Sejarah

Belum ditemukan sumber sejarah tertulis baik angka tahun maupun prasasti yang berasal dari Candi Selotumpuk.

Riwayat Pelestarian

Candi Selotumpuk termuat dalam laporan Kegiatan Perlindungan dan Pembinaan Peninggalan Sejarah dan Purbakala Tahun 1984 – 1986.

. . .

Meski telah runtuh, ternyata Selotumpuk masih meninggalkan sisa-sisa keunikannya. Bagaimana? Masihkah kalian beranggapan bila Selotumpuk hanya sekedar tumpukan batu?? 😛


Writer : Galy Hardyta

Photographer : Adon

Participant : Adon, Galy, Syaiful

3 Comments

  1. posoan panggah jalan-jalan ae mas? 😀

  2. Alhamdulillah masih bisa lanjut mas. Selagi masih punya waktu luang 😀

  3. semangat explore’e bener-bener ndak diragukan

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!