Skip to content

Candi Selotumpuk Blitar, Bukan Sekedar Tumpukan Batu

Candi Selotumpuk secara harfiah berarti candi batu tumpuk (Selo = Batu), oleh karenanya tidak aneh juga jika ada yang menyebut candi ini dengan nama Watu Tumpuk. Secara administratif candi ini terletak di Desa Pagerwojo, Kesamben, Kab. Blitar. Letaknya sedikit jauh dari pemukiman, karena berada di puncak Gunung Batok.

menuju candi selo tumpukUntuk menuju Candi Selotumpuk kalian bisa memarkirkan kendaraan di rumah warga, karena sejauh ini memang belum ada tempat parkir khusus bagi pengunjung candi. Selanjutnya perjalanan bisa dilanjutkan dengan menyusuri jalan setapak yang nantinya mengarah ke puncak Gunung Batok. Gunung tersebut tidak terlalu tinggi, hanya diperlukan waktu sekitar 20 menit untuk mancapai puncak, tapi tetap saja pendakian kecil ini tidak bisa diremehkan. Kerapatan vegetasi yang rendah membuat suasana pendakian sedikit terik di musim kemarau. Kami sarankan agar travelers sekalian melakukan pendakian pada pagi hari atau sore hari. 😀

Sesampai di puncak, kalian akan menjumpai candi yang dimaksud. Sesuai dengan namanya, Candi Selotumpuk benar benar terlihat seperti tumpukan batu. Tumpukannya jelas sudah tidak sesuai dengan bentuk aslinya, tapi salut karena tumpukannya rapi berbentuk persegi. Tepat disamping candi terdapat sebuah gazebo, jika capek mendaki, kalian bisa menggunakannya untuk beristirahat sembari menikmati keindahan alam di puncak Gunung Batok.

Candi Selotumpuk memiliki ornamen hias yang cukup indah. Tampak beberapa antefik dan batu candi dihiasi dengan pahatan ornamen sulur, mirip dengan ornamen sulur Candi Simping.

candi selo tumpukCandi Selotumpukcandi watu tumpukFragmen arca tokoh

candi selotumpuk blitarOrnamen hias Candi Selotumpuk

Pada Candi Selotumpuk kalian juga dapat menjumpai keberadaan kala dan kemuncak candi. Melihat ukurannya yang tak terlalu besar, mungkin kala dan kemuncak ini bagian dari miniatur candi.

candi selotumpukKala

Candi Selotumpuk kemungkinan juga memiliki relief naratif. Relief tersebut dapat diamati pada dinding candi yang terletak di samping gazebo. Disana terlihat relief yang menggambarkan dua tokoh yang sedang duduk bersila saling berhadapan. Salah satu tokoh digambarkan gemuk dan satunya kurus. Diduga relief tersebut adalah penggalan dari cerita Bukbuksah Gagangaking.

relief tokoh candi selotumpuk

relief tokoh candi selo tumpukRelief Candi Selotumpuk

Candi yang telah runtuh ini sebenarnya dibangun dengan perancangan yang matang. Tampak jelas bahwa sejumlah batu penyusun candinya diberi penomoran. Aksara yang digunakan dalam penomoran tersebut adalah aksara Jawa Kuno.

watu tumpuk

selotumpukPenomoran pada batu candi Selotumpuk

Meski sudah runtuh ternyata Selotumpuk masih meninggalkan sisa-sisa kemegahannya. Bagaimana? Masihkah kalian beranggapan bila Selotumpuk hanya sekedar tumpukan batu?? 😛


Writer : Galy Hardyta

Photographer : Adon

Participant : Adon, Galy, Syaiful

3 Comments

  1. posoan panggah jalan-jalan ae mas? 😀

  2. Alhamdulillah masih bisa lanjut mas. Selagi masih punya waktu luang 😀

  3. semangat explore’e bener-bener ndak diragukan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *