Skip to content

Candi Kotes Blitar, Peninggalan dari Periode Awal Kerajaan Majapahit

candi kotes blitar

Candi Kotes.

Candi Kotes merupakan salah satu destinasi wisata minat khusus di Blitar. Meski tak sebesar Candi Penataran, Candi Kotes tetap memiliki poin menarik untuk dikunjungi. Selain kondisi candinya yang terawat, aspek-aspek seperti arsitektur dan kesejarahan candi ini cukup menarik untuk dikaji.

Lokasi dan Rute

Secara administratif Candi Kotes terletak di Desa Sukosewu, Kec. Gandusari, Kab. Blitar. Keberadaannya tidak terlalu sulit untuk ditemukan, karena terletak tepat di pinggir jalan desa. Dari Kota Blitar candi ini dapat dituju dengan mengarahkan perjalanan ke arah Malang. Sesampainya di Kantor Desa Kendalrejo Talun ikuti rute berikut: Perempatan Kantor Desa Kendalrejo belok ke kiri (ke utara) kemudian ikuti jalan sampai mentok. Selanjutnya silakan belok kanan mengikuti jalan hingga menjumpai papan petunjuk arah Candi Kotes. Candi ini berada tak jauh dari papan tersebut. Koordinat candi pada map dapat diakses di sini.

Deskripsi Candi

Candi Kotes terdiri dari dua struktur candi yang berderet ke belakang menghadap ke barat. Struktur candi tersebut berbentuk batur yang tersusun dari batu andesit. Struktur candi pertama terletak di depan, memiliki tangga di sisi barat. Struktur ini berukuran panjang 3.67 m, lebar 2.27 m dan tinggi 1.67 m. Di atas struktur tersebut terdapat dua altar dan satu miniatur candi. Pada struktur ini terdapat inskripsi berupa angka tahun 1223 Saka (1301 M).

bangunan pertama candi kotesCandi pertama.

inskripsi candi kotesInskripsi 1223 Saka.

Struktur candi kedua memiliki ukuran yang lebih besar dari candi pertama, yakni panjang 7.54 m, lebar 5.37 m dan tinggi yang tersisa tinggal 0.97 m. Pada bagian atas struktur ini dijumpai lubang-lubang bekas menempatkan tiang-tiang kayu dan juga ditemukan 19 umpak batu polos tanpa hiasan. Diduga bahwa komponen candi di atasnya dahulu terbuat dari kayu. Pada struktur ini juga terdapat tangga masuk di sisi barat. Uniknya tangga tersebut tidak berada di tengah, tetapi justru sedikit berada di selatan. Oleh karenanya bentuk struktur candi kedua ini tidak simetris (asimetris). Pada pipi tangga candi ini terdapat inskripsi berupa angka tahun 1222 Saka (1300 M). Candi kedua dibangun lebih awal dari candi pertama.

bangunan kedua candi kotesCandi kedua.

angka tahun candi kotesInskripsi 1222 Saka.

Candi kedua ini merupakan candi utama (candi induk) karena berada di halaman yang lebih belakang. Dalam pakem candi periode Jawa Timur, halaman belakang dianggap paling suci.

Sejumlah arca seperti Ganesa, Durga Mahesasuramardhini, Mahadewa, Agastya, dan nandi pernah ditemukan di kompleks candi ini. Sayangnya keberadaan arca-arca tersebut kini tidak diketahui. Ada kemungkinan arca-arca tersebut telah hancur lalu ditata di belakang candi bersama komponen lepas lainnya. Salah satu fragmen yang kini bisa dijumpai di halaman belakang menunjukkan potongan arca yang tinggal bagian kaki menumpang di atas kerbau/lembu. Bisa jadi fragmen ini adalah bagian dari Arca Durga Mahesasuramardhini yang pernah disebutkan dalam laporan terdahulu. Berdasarkan arca-arcanya, Candi Kotes merupakan candi bercorak Hindu.

kumpulan fragmen candi kotes

Fragmen arca dan komponen lepas di belakang halaman candi.

Sejarah

Berdasarkan inskripsi pada candi pertama dan kedua yang menunjukkan angka tahun 1222 dan 1223 Saka (1300 dan 1301 M), Candi Kotes dipastikan berasal dari masa awal Kerajaan Majapahit, periode pemerintahan Raden Wijaya (Raja Krtarajasa). Candi ini didirikan hanya berselang tujuh sampai delapan tahun dari berdirinya Kerajaan Majapahit.

Riwayat Pelestarian

Laporan tentang Candi Kotes dibuat oleh Hoepermans dalam Hindoe-oudheden van Java (1864 – 1867) dalam ROD 1913, laporan selanjutnya dibuat oleh Kneble pada tahun 1908 (ROC). Candi Kotes juga termuat dalam History of Java (1917) karya Raffles, kemudian Candi Kotes dipugar untuk pertama kalinya pada tahun 1921. Dalam laporan-laporan terdahulu Candi Kotes disebut dengan sejumlah nama yang berbeda. Menurut Hoepermans Candi Kotes dahulunya bernama Candi Semanding yang berada di Desa Papoh, tetapi van Kinsbergen dalam Notulen 1867 menyatakan Candi Kotes dahulunya bernama Candi Papoh yang berada di Desa Semanding.

Pada tahun 1995 dilakukan inventarisasi dan registrasi terhadap Candi Kotes oleh SPSP (sekarang BPCB) Jawa Timur dengan nomer inventaris 271/BLT/1995 dan 272/BLT/1995. Kemudian pada tahun 1999 Rahadhian PH mengadakan penelitian di Candi Kotes.


Writer: Galy Hardyta

Sumber:

  • Rapporten van de Commissie in Nederlandsch Indie voor Oudheidkundig Onderzoek op Java en Madoera (ROC)
  • Rapporten van den Oudheidkundigen Dienst in Nederlandsch-Indie (ROD)
  • Sedyawati E., Hariani S., Hasan D., Ratnaesih M., Wiwin D. Sudjana R., dan Chaidir A. 2013. Candi Indonesia: Seri Jawa. Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman, Direktorat Jendral Kebudayaan, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan

Participant: Galy, Upeck, Zid

2 Comments

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!