Skip to content

Besuki Tetap Saja Belum Tertuntaskan (Air Terjun Ironggolo)

Perjalanan itu memang belum tertuntaskan, dan kini dengan punggawa yang berbeda kami berupaya untuk menuntaskannya.

Besuki merupakan sebuah kawasan wisata yang secara administratif berada di Desa Jugo, Kecamatan Mojo, Kediri. Keelokan dan keasrian Air Terjun Dholo dan Ironggolo merupakan icon utama kawasan ini dan telah dikenal oleh publik dalam maupun luar negeri. Akan sangat disayangkan jika tidak dapat menyambangi keduanya secara bersamaan, mengingat infrastruktur yang tersedia sudah sangat memanjakan langkah penyambang. Tapi dalam perjalanan sebelumnya, kami hanya sempat menyambangi Dholo saja, sehingga terbersit niat untuk mengulangi perjalanan tersebut.

Kini, dengan tekat untuk menuntaskan urusan yang tertunda itu, kami pun berangkat dengan punggawa yang lebih lengkap, meski disayangkan Bokir tidak dapat turut karena masih menempuh UAS. Rute yang kami pilih pun berbeda dengan rute yang kami tempuh dalam perjalanan sebelumnya. Dengan tujuan menghindari rute tambangan, kami pun mengawali perjalanan dari arah Tulungagung. Mas Deni yang telah berpengalaman nglaju melalui Tulungagung begitu piawai memandu kami sehingga tujuan tersebut dapat terwujudkan. Dari Tulungagung kami mengambil rute ke arah Kediri dan menyusurinya hingga pertigaan traficlight terakhir sebelum Makam Ngujang/ Jembatan Ngantru. Dari pertigaan tersebut kami bertolak ke kiri menuju arah Sendang, dan di perempatan traficlight pertama berbelok kekanan menuju arah Kediri. Dengan terus mengikuti ruas jalan termulus akhirnya kami sampai pada rute menanjak menuju Besuki.

Perjalanan pun terus berlanjut hingga akhirnya kami sampai juga di Kawasan Wisata Besuki. Setelah menyelesaikan segala administrasi, kami langsung meluncur ke lokasi Air Terjun Ironggolo berada. Tanpa sengaja, ditengah perjalanan kami menjumpai papan penunjuk arah menuju Air Terjun Parijoto. Air terjun tersebut merupakan salah satu air terjun baru yang belum lama ditemukan oleh warga sekitar. Rasa tertarik membuat kami segera bergegas ke Ironggolo baru kemudian mencoba melanjutkan perjalanan ke Parijoto.

Melupakan sejenak mengenai Parijoto, kami pun siap untuk menikmati indahnya Ironggolo. Secara umum akses menuju air terjun ini sangat mudah, setidaknya tak perlu naik turun tangga yang terjal seperti akses ke Dholo. Karena aksesnya yang mudah, baru beberapa menit berjalan kami sudah tiba di air terjun tersebut.

Sekejap saja keunikan Ironggolo langsung membuat kami jatuh hati padanya. Ironggolo memang tidak terlalu tinggi, namun kenampakannya yang berundak-undak telah memberikan eksotika tersendiri bagi para penyambangnya, sehingga tak jarang dari mereka yang mencoba menaikinya. Saking terpikatnya, sampai-sampai kami mengimajinasikan bagaimana tangga-tangga alami di lereng Wilis ini dapat terbentuk. Apakah formasi ini berasal dari muntahan lahar Wilis purba?? Entah lah itu semua hanya diskusi ringan. Setelah cukup puas manikmati keelokan Ironggolo, kami pun bergegas untuk menuju Parijoto.

Alih-alih mencari info lebih detail mengenai Parijoto, kami justru mendapat larangan dari para petugas Kawasan Wisata Besuki. Menurut mereka rute menuju Parijoto sangat sulit untuk dilalui ketika musim penghujan, selain itu belum ada akses yang memadai sehingga mereka mengkhawatirkan keselamatan kami. Larangan mereka cukup beralasan, sebab hujan memang sempat mengguyur kawasan ini. Hem.. ini sungguh memperpanjang urusan kami dengan Besuki.

Akhirnya Dholo pun menjadi tujuan selanjutnya. Kami berharap dengan keindahannya dapat melupakan ambisi atas Parijoto. Upaya itu pun berhasil. Beningnya sungai-sungai disekitar Dholo sedikit menjernihkan pikiran kami, meski tak sepenuhnya menghapuskan ambisi itu.

Related Post:


Writer : Galy Hardyta

Participant : Galy, Kcing, Meitika, Tiko, Nyop, Deni

14 Comments

  1. Sutikno Rejol Sutikno Rejol

    Mantap lanjut terusssssssssssss, siapa yg kedinginan tu, jangan lupa pakai mantel …………………. siap – siap nanti aku ajak ke Daerah Pandaan ke air sumber Tetek situs peninggalan Kerajaan Majapahid…..okkkkkkkkkkkk

  2. siap pak.. di jolotundo itu ya.. hehehe…
    kemarin itu belum jadi ke pongkalan, jadinya ke sini.. 😀

  3. Sutikno Rejol Sutikno Rejol

    ok dilain kesempatan kita bisa ketemu, saya masih proses cuti insya allah minggu depan bisa disetujui…… salam buat rekan – rekan ……..

  4. mugi2 saget lancar prosesipun..
    nggih nanti saya sampaikan ke temen-temen.. 😀

  5. Sutikno Rejol Sutikno Rejol

    Ok terimakasih…..

  6. Mbah Deni ahli lewat kono mergo tau kesasar pas tekan omben jago =))

    Kalo ke Parijotho diharapkan pas musim panas,
    Tapi kalo musim panas pengen balik ke Air Terjun Ngleyangan aja 😀

    itu sumber tetek sama jolotundo beda lho jenk 😀

  7. Hehehe.. iya mas pein.. besok aja kalo cuaca udah stabil.. 😀
    wah iya to?? kurang paham je sama objek-objek di timur…
    critain donk tentang sumber tetek??

  8. Sumber Tetek itu petirtaan Belahan,
    Letaknya udah berada di Pasuruan,
    Candi yg deket ada banyak sih,

    Sok ae lak aku mbok jak mrono, rong tau soal’e
    Hahahaha =))

  9. nah maksudku wingi yo candi belahan.. hehehe.. 😀 salah sebut ternyata..
    sip-sip…

  10. kemarin sempat kesini…ni lg mo buat RRnya….
    ada yg tahu sejarahnya dholo gak yah? trus klo mengamtati gambar diatas byk skali perubahan dholo…

    salken dr gresik bror

  11. wah belum nemu sejarahnya mas..
    terakhir ke dholo kapan mas?? dibandingkan dengan tahun 2010 kemarin masih belum jauh berbeda kog.. 😀 tapi jalannya banyak yang longsor..

    salam dari travellers blitar… 😀

  12. barusan seminggu yg lalu,,,klo jalanan masih bagus semua…
    oia ijn nyomot gambarnya yah buat perbandingan..
    ntar ane cantumin sumbernya…hehehe

    maturnuwun

    mari bersama gali potensi wisata jatim…..

  13. monggo-monggo.. 😀

    sipp.. mari bersama-sama memajukan potensi wisata Jawa Timur..

  14. Kalo dholo keknya ndak ada sejarahnya mas,
    Yang ada sejarahnya ya Irenggolo itu 😀

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *