Skip to content

Arca Kawisari, Dwarapala Mini di Perkebunan Kawisari Blitar

arca kawisari

Arca Kawisari.

Di area Perkebunan Kawisari, Desa Semen, Kec. Gandusari, Kab. Blitar terdapat sejumlah arca dwarapala. Arca dwarapala merupakan arca penjaga yang biasanya digambarkan dengan posisi jongkok memegang gada. Raut wajah arca ini cenderung menyeramkan dengan mata melotot. Fungsi arca ini sebagai penjaga tempat suci atau pun tempat penting.

Deskripsi Arca

Total terdapat tujuh buah arca dwarapala di Perkebunan Kawisari. Empat dwarapala berukuran mini dan tiga dwarapala berukuran lebih besar. Namun saat ini hanya enam arca yang tampak, karena satu arca dwarapala terjatuh dibelakang tombok pos keamanan. Kondisi Arca Kawisari dicat, dan di beberapa bagian seperti ditambal dengan semen. Hal ini mungkin dilakukan untuk menutupi kerusakan arca.

Empat arca dwarapala mini diletakkan di depan gerbang masuk perkebunan. Menurut pihak keamanan perkebunan, arca tersebut sejak dulu sudah berada di depan gapura.

Arca Kawisari, Dwarapala Mini di Perkebunan Kawisari Blitar 1

Arca di depan gapura.

Sementara tiga dwarapala yang lebih besar (sekarang hanya terlihat dua) berasal dari Kekunaan Ki Ageng Sampar Angin.

Kekunaan Ki Ageng Sampar Angin

Tidak asing dengan Kekunaan Ki Ageng Sampar Angin? Benar, jika travelers sekalian pernah menyambangi Air Terjun Lawean pasti pernah melihat papan bertuliskan Ki Ageng Sampar Angin. Papan tersebut terletak di dekat undak undakan dari semen. Nah dahulu arca dwarapala ini berasal dari sana.

Arca Kawisari, Dwarapala Mini di Perkebunan Kawisari Blitar 2

Arca dari Ki Ageng Sampar Angin.

Menurut penuturan penjaga keamanan perkebunan, dahulu di sekitar pesarean/ petilasan Ki Ageng Sampar Angin terdapat semacam pondokan dan terdapat kucur berjumlah 25. Dua puluh lima jika dalam bahasa jawa disebut selawe, dari kata selawe ini lah nama Air Terjun Lawean berasal.

DTrav belum memperoleh informasi yang memadai apakah kucur berjumlah 25 tersebut termasuk peninggalan masa klasik. Bisa jadi kucur dan pondokan di Pesarean Ki Ageng Sampar angin adalah tambahan baru.

Riwayat Pelestarian

Jika ditelusuri dalam ROC tahun 1908 karya Knebel, pernah dilaporkan mengenai keberadaan arca dwarapala di area perkebunan Desa Semen. Perkebunan tersebut bernama Perkebunan Kawirejo. Kami belum memperoleh informasi mengenai kaitan antara Perkebunan Kawirejo dengan Perkebunan Kawisari. Barangkali teman teman ada yang memiliki informasi, silahkan tuliskan pada kolom komentar di bawah ya. 😀

Arca dwarapala yang dilaporkan Knebel berjumalah dua buah, dengan ciri ciri duduk jigang, mengenakan cawat, pita rambut dan subeng (semacam anting). Arca dalam keadaan lapuk. Sulit untuk diidentifikasi, arca manakah yang dilaporkan Knebel. Jika dilihat dari deskripsi duduk jigang, mungkin arca yang dimaksud adalah arca di depan gapura perkebunan. Jika dilihat dari atribut cawat yang digunakan, arca dari Ki Ageng Sampar Angin lebih jelas menggambarkan.

Arca Kawisari, Dwarapala Mini di Perkebunan Kawisari Blitar 3

Arca Kawisari dengan posisi duduk jigang.

Arca Kawisari, Dwarapala Mini di Perkebunan Kawisari Blitar 4

Arca Kawisari mengenakan cawat.

Lokasi dan Rute

Arca Kawisari terletak di Perkebunan Kawisari yang dapat dituju melalui rute Sirah Kencong via Semen maupun via Tegalasri. Jika via Semen kalian pasti akan melewati perkebunan ini. Sedangkan jika via Tegalasri, pada pertigaan pabrik susu kalian bisa belok ke kiri mengikuti rute menuju Air Terjun Lawean. Ikuti saja jalur utama (jangan belok ke arah air terjun).


Writer: Hadi

Editor: Galy Hardyta

Narasumber:

  • Petugas Keamanan Perkebunan Kawisari

Sumber:

  • Rapporten van de Commissie in Nederlandsch Indie voor Oudheidkundig Onderzoek op Java en Madoera (ROC)

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!