Skip to content

Air Terjun 29 dan Wisata Tempursari Blitar, Miniatur Sirahkencong

Ada air terjun di bawah Sirahkencong? Air terjun Lawean? Bukan 😛 Yang ini namanya Air Terjun 29 di kawasan Tempursari.

Tempursari sebenarnya masih merupakan bagian dari Perkebunan Sirahkencong, Wlingi, Kab. Blitar. Namun kawasan yang satu ini letaknya agak tersembunyi. Secara umum rute untuk menuju Tempursari sama dengan rute menuju Sirahkencong. Setelah pertigaan Pabrik Susu belok kanan kemudian akan dijumpai papan petunjuk arah menuju Tempursari. Ikuti arah yang ditunjukkan dan travelers sekalian akan sampai ke TKP. Tapi hati-hati ya, kondisi jalannya masih berat.

Ada apa saja di Tempursari? Ada kebun teh, bumi perkemahan, air terjun, arca cagar budaya hehe.. Bisa disebut miniaturnya Sirahkencong deh.

Setelah menempuh perjalanan yang cukup berat kalian akan disuguhi hamparan kebun teh yang permai. Memang tak terlalu luas namun keasriannya cukup untuk menjernihkan pikiran dari kepenatan sehari-hari. Di bawah kebun teh berjajar rapi perumahan karyawan dengan taman-taman yang indah dan gemercik aliran sungai yang syahdu.

Hulu dari sungai yang mengalir diantara kebun teh tersebut adalah Air Terjun 29. Jadi jika kalian ingin melanjutkan perjalanan ke Air Terjun 29 kalian dapat menuju hulu sungai. Tenang, sudah ada papan petunjuk arah yang jelas untuk menuju air terjun. Selanjutnya tinggal mengikuti jalan setapak yang tersedia. Meski harus masuk hutan, tapi perjalanan ke Air Terjun 29 tak memakan waktu yang lama. Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 10 menit kalian akan sampai di air terjun.

Air Terjun 29 memiliki debit yang tak terlalu besar. Alirannya terpecah oleh batuan tebing sehingga membentuk butiran-butiran air. Dibawahnya terdapat tumpukan batu, mungkin bekas longsoran dimasa lalu. Air yang jatuh selanjutnya mengalir melalui bebatuan dan memenuhi kolam kecil dibawahnya. Airnya dingin menyegarkan.

Lanjut ke destinasi selanjutnya. Selain menyuguhkan keindahan alam, Tempursari juga menyimpan benda cagar budaya berupa arca. Arca tersebut letaknya juga cukup tersembunyi, jika travelers sekalian berminat untuk menyambanginya bisa meminta detail rutenya pada masyarakat setempat. Arca Tempursari berupa arca pertapa dengan rambut yang disanggul. Wajahnya tidak menggambarkan sosok manusia. Pada lengan kirinya terdapat pahatan ular dan lengan kanannya terdapat pahatan sangka(kerang) bersayap. Tangan kiri memegang sesuatu namun sudah rusak, sementara tangan kanannya memegang monyet kecil. Menurut penuturan penemunya, dahulu arca ini keberadaanya terpendam, setelah digali baru diketahui wujudnya. Masyarakat setempat mempercayai bahwa arca ini merupakan perwujudan dewi Anjani, ibu Hanoman dalam wiracarita Ramayana. Kesejarahan arca ini masih perlu diteliti lebih lanjut.

Bagaimana keren gak Tempursari? Ragam destinasinya mirip-mirip Sirahkencong bukan? Bagi kalian yang penasaran bisa langsung meluncur ke TKP. Tapi ingat jalannya masih macadam seperti jalanan Sirahkencong sebelum diaspal. So persiapkan fisik dan kondisi kendaraan kalian. Selamat bertraveling. Safety first.. 😀


Writer: Galy Hardyta

Participant: Anggun, Bagus, Galy, Ali Moez, Gufron, Hesti, Mas Pur dkk, Ratih, Shara dkk, Wahyu Pras

2 Comments

  1. Yudi Yudi

    Masih ada lagi om admin,air terjun 24,air terjun kanalan juga ada,tidak terlalu tinggi tapi lebih asyik untuk di kunjungi.sekarang juga ada jalur trail hard maupun regular untuk pecinta trail.juga tempat jalur sepeda gunung yang dari sirahkencong

  2. Terimakasih informasi tambahannya mas. Sangat informatif

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *